Tampilkan postingan dengan label ketika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ketika. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 Desember 2013
Wajah Obama dihinggapi lalat ketika sedang berucap
Jumaat, 25 Jan 2013
Foto : Wajah Obama dihinggapi lalat (Reuters)
WASHINGTON - Ketika berucap untuk mengumumkan penunjukkan staf pentadbirannya yang baru Presiden Amerika Syarikat Barack Obama merasa terganggu dengan lalat yang terbang dekat kepalanya. Lalat itu pun hinggap tepat di dahi Obama.
Serangan lalat itu terjadi ketika Obama berucap untuk menyambut penunjukkan Direktur Biro Perlindungan Konsumsi Finansial Richard Cordray. Jaksa Mary Jo White juga akan berbicara di podium Rumah Putih usai Obama berpidato.
Meski demikian, Obama diganggu oleh suara mendengung dari lalat yang terbang dekat kepalanya saat berpidato. Dengan jujur, Obama pun mengatakan dalam pidatonya, "Dia (lalat) ini sangat mengganggu saya," demikian, seperti diberitakan dari Daily Mail, Jumaat (25/1/2013).
Tanpa disedari, lalat itu hinggap tepat di dahinya dan momen itu berhasil diabadikan oleh wartawan yang hadir di Rumah Putih. Obama yang terlihat gusar, langsung berupaya untuk menampar lalat yang mengganggunya namun lalat itu lolos dari tamparan Obama.
Sejumlah media langsung memberitakan peristiwa itu dengan judul yang beragam. Salah satu media Inggeris memberi judul artikelnya, "Dahi Obama Jadi Landasan Terbang Lalat."
Peristiwa ini bukan yang pertama kalinya dialami Obama. Pada 2008 silam di Iowa, Obama pun merasa sangat terganggu dengan banyaknya lalat yang mengerubunginya ketika berkempen. Peristiwa serupa pun terjadi pada 2009 saat Obama diwawancara oleh CNN di Rumah Putih.
Lalat itu hinggap di tangan Obama, Obama pun langsung memukulnya dengan keras. "Pergi dari sini!" ujar Obama sambil memukul lalat yang mengganggunya.
Usai berhasil membunuh lalat tersebut, para pegawai Gedung Putih langsung tertawa. Obama pun langsung menunjuk ke lantai dan meminta juru kamera untuk menyorot lalat yang telah dipukul Obama.(AUL)
Serangan lalat itu terjadi ketika Obama berucap untuk menyambut penunjukkan Direktur Biro Perlindungan Konsumsi Finansial Richard Cordray. Jaksa Mary Jo White juga akan berbicara di podium Rumah Putih usai Obama berpidato.
Meski demikian, Obama diganggu oleh suara mendengung dari lalat yang terbang dekat kepalanya saat berpidato. Dengan jujur, Obama pun mengatakan dalam pidatonya, "Dia (lalat) ini sangat mengganggu saya," demikian, seperti diberitakan dari Daily Mail, Jumaat (25/1/2013).
Tanpa disedari, lalat itu hinggap tepat di dahinya dan momen itu berhasil diabadikan oleh wartawan yang hadir di Rumah Putih. Obama yang terlihat gusar, langsung berupaya untuk menampar lalat yang mengganggunya namun lalat itu lolos dari tamparan Obama.
Sejumlah media langsung memberitakan peristiwa itu dengan judul yang beragam. Salah satu media Inggeris memberi judul artikelnya, "Dahi Obama Jadi Landasan Terbang Lalat."
Peristiwa ini bukan yang pertama kalinya dialami Obama. Pada 2008 silam di Iowa, Obama pun merasa sangat terganggu dengan banyaknya lalat yang mengerubunginya ketika berkempen. Peristiwa serupa pun terjadi pada 2009 saat Obama diwawancara oleh CNN di Rumah Putih.
Lalat itu hinggap di tangan Obama, Obama pun langsung memukulnya dengan keras. "Pergi dari sini!" ujar Obama sambil memukul lalat yang mengganggunya.
Usai berhasil membunuh lalat tersebut, para pegawai Gedung Putih langsung tertawa. Obama pun langsung menunjuk ke lantai dan meminta juru kamera untuk menyorot lalat yang telah dipukul Obama.(AUL)
Kamis, 14 November 2013
Ketika Harus Membilang Nyawa
Mungkin, jika memang harus membilang nyawa. Selalu ada satu hal yang sangat terasa kepedihannya. Bukan atas bertambahnya angka tapi justru atas berkurangnya nyawa.Ketika itu, terdapat sebuah masa dimana seorang wanita dengan hati tanpa pamrih sehelai rambutpun, bersedia meletakkan hidupnya diatas meja pertaruhan. Yang jika tidak ia ambil pertaruhan ini, maka luluh lantaklah hatinya. Mungkin pula sekilas dalam hati wanita ini, ia berbisik "Tuhanku, selamatkanlah buah hati ini untuk cintaku. Biar nyawaku saja yang jadi penggantinya". Pada saat yang sama, seorang lelaki yang tanpa harus diminta, sepenuhnya ia serahkan tubuhnya. Bersujud di lembar bumi untuk sekedar meminta pada Tuhannya, "Selamatkan kedua cintaku ya Tuhan, biar kau ambil nyawaku sebagai gantinya, aku siap".
Selalu pedih jika harus meresapi ini. Wanita itu adalah ibu, dan lelaki itu adalah ayah. Kemudian ini yang selalu mengingatkan saya pada sebuah perkataan dari seseorang, bernama Abdullah putra Umar Radhiyallahu anhuma.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Suatu ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma melihat seorang laki-laki menggendong ibunya untuk tawaf di Kabah dan juga ke mana saja sang ibu menginginkan. Kemudian orang tersebut bertanya kepada Abdullah bin Umar, "Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku?" Maka jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma, "Belum,.. Setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu" [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]
Perkataan "setetespun" itu seperti mengguncang tubuh ini. Bahkan untuk satu jenis rasa sakit seorang ibu ketika melahirkan, bahkan untuk setetes keringat yang ibu keluarkan untuk menahan sakit ketika melahirkan, ternyata kita tak mampu membayarnya.
Lalu dengan apa,... cukupkah rintihan "Robbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumma kamaa rabbayaanii shaghiiraa,.. Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Dan sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu kecil".
Ketika itu,... adalah tepat pada hari ini. Itulah sebab saya katakan, hari ini adalah hari dimana pernah seseorang rela pertaruhkan hidupnya, untuk hidup orang lain. Seseorang itu adalah ibu saya, dan orang lain itu adalah... firdaus.
Hak cipta gambar "Mother & Baby" ada pada imagesinart.co.uk
Langganan:
Postingan (Atom)