Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

Cinta membuatkan wanita ini rujuk dan dermakan hati buat suaminya

 5 Nov 2012

Cinta Membuat Wanita Ini Rujuk dan Donorkan Hati untuk Suaminya
CHINASMACK.COM
Tian Xinbing menengok ke arah Su Dan, usai menjalani operasi pencangkokan hati dari istrinya itu. 
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Orang bijak bilang, kekuatan cinta boleh mengalahkan segalanya. Kisah ini mungkin adalah salah satu pembuktiannya.

Seorang wanita di Cina bersedia rujuk kembali dengan mantan suaminya. Itu dilakukan demi menyelamatkan nyawa mantan suami yang sedang sakit. Sang isteri bersedia rujuk, agar boleh  memberikan organ hati kepada mantan suaminya yang sedang menderita sakit liver.

Pasangan Tian Xinbing dan Su Dan, akhirnya segera menjalani operasi, setelah resmi menikah kembali. Tian dilaporkan menjalani operasi pencangkokan hati dari Su selama 10 jam. Operasi pun berjalan sukses.

Dilansir laman Reuters, Minggu (4/10/2012), sebelum bercerai, Su Dan dan Tian Xinbing sempat menjalani pernikahan selama 10 tahun. Lantas, keduanya mengakhiri hubungan pernikahan, karena bisnis mereka mengalami masalah.
Setelah bercerai dua bulan, Tian Xinbing, didiagnosa menderita kanker hati. Karena donor organ hati untuk Tian Xinbing tak kunjung datang, Su Dan akhirnya mengajukan diri sebagai pendonor.

Namun, karena status keduanya sudah tak lagi menjadi suami istri, permohonan donor ditolak pihak Komite Etik Rumah Sakit. Padahal, organ hati Su Dan dinyatakan cocok oleh pihak rumah sakit, untuk didonorkan kepada Tian Xinbing.
"Selama peninjauan etika kedua, kami bertanya mengapa dia begitu sangat bersikeras melakukan transplantasi, dan dia berkata, ini tidak lebih dari kenyataan bahwa saya hanya mencintainya," kata Shi Bingyi, anggota Komite Etik Rumah Sakit.

Kegigihan Su yang ditolak pihak rumah sakit, ternyata juga mendapat respons serupa dari Tian, yang tak mau melakukan transplantasi dari mantan istrinya. Tian menganggap operasi tersebut sangat berisiko.
"Operasi ini memiliki risiko besar, dan butuh dua operasi," ujar Tian.
Namun, cinta yang besar dari Su kepada Tian, mengacuhkan semua risiko yang mungkin timbul.
"Saya hanya ingin dia hidup sehat, selamanya," uca Su. (*)
selengkapnya

Minggu, 24 November 2013

UU ttg Ditlantas No 22 2009 Psl 112 3 hati hati gan belok kirinya

Untuk kenyamanan bersama saya ingatkan bahwa UU ini bukan dibuat dari pihakDitlantas, para polantas hanya menerapkan uu ini dilapangan..



biasa belok kiri boleh langsung ???
sekarang hati-hati gan !!!! beberapa hari ini ane jarang nemuin rambu lalin tentang aturan "Belok Kiri Boleh Langsung", ternyata aturan tersebut ud ga berlaku lagi gan disetiap persimpangan jalan (mang ngaruh ya ?? bukannya pengemudi mobil/motor masih pada doyan bablas )

simak dan pamahi ya demi kenyamanan dan keamanan dompet juragan dalam berlalu lintas..
UU No. 22 / 2009 Pasal 112 (3)

- Pada Persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas

bisa donlot UU tsb disini http://www.scribd.com/doc/19493456/U...Angkutan-Jalan
atau di http://www.dephub.go.id/perundangan/...sk=view&id=259
ini juga http://pdfdatabase.com/index.php?q=u...tas+tahun+2009


jadi sekarang kalo mo belok kiri hati-hati gan.. bisa kena tilang lho... D

kalo kita ga tau sih mudah2an Polantas ga langsung nilang tapi kasih peringatan dulu..sosialisinya harus lebih sering nih biar pengemudi ga byk yg "terjebak" !!

daripada duit juragan buat bayar denda tillang mending traktir ane

sumber
selengkapnya

Selasa, 19 November 2013

Sakit Hati Dilecehkan Belasan Tahun Korban Potong Kelamin Pemerkosanya


Pelecehan seksual selalu menyisakan luka dalam bagi siapa saja yang pernah mengalaminya. Sakit hati, trauma, takut, dendam, merasa tidak berharga dan perasaan lainnya campur aduk menjadi satu. Banyak wanita yang menjadi korban pelecehan seksual merasa bahwa hidupnya sudah jatuh ke penderitaan terdalam. Bagaimana tidak, rasa sakit akibat pelecehan tidak akan hilang seumur hidup.

Seorang wanita India bernama Preeti Balmiki, tega memotong alat kelamin seorang dokter, Satish Chandra, setelah dia diperkosa oleh dokter itu selama belasan tahun. Preeti sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit hati karena dilecehkan terus menerus. Tanpa berpikir panjang, Preeti memotong alat kelamin Chandra. Preeti mengaku dirinya tidak menyesal melakukan hal ini.

Chandra ditemukan meninggal dunia di Rumah Sakit, kota Kanpur (21/7). Chandra meninggal dengan leher penuh darah dan alat kelaminnya terpotong. Keesokan harinya, alat kelamin Chandra ditemukan di dalam sebuah paket yang dikirimkan kepada Kepolisian kota Kanpur. Betapa kaget para polisi mengetahui isi paket tersebut.
Polisipun melakukan penyelidikan dan akhirnya diketahui bahwa wanita malang berusia 25 tahun inilah pelakunya. Preeti tidak mengelak, bahkan menyerahkan diri ke kantor polisi di Wilayah Govind Nagar, Negara Bagian Uttar Pradesh. Lantas bagaimana awalnya dokter Chandra bisa melakukan pelecehan seksual hingga belasan tahun lamanya?.

"Pada 2001 dia datang ke rumah kami untuk merawat adik perempuan saya," ujar Preeti, dikutip dari merdeka.com. Kemudian untuk membalas budi, pada tahun 2003 Preeti bekerja membantu Chandra di kliniknya. Namun sayangnya, niat baik Preeti dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan oleh Chandra. Chandra membius Preeti dan memperkosanya. Hal ini terjadi hingga belasan tahun.

Preeti mencoba keluar dari neraka yang diciptakan oleh Chandra. "Saya mencoba melaporkan hal ini pada Istri Chandra namun istrinya tidak percaya" ucap Preeti dengan nada suara yang datar. Sepertinya perempuan ini sudah begitu sakit hati dengan Chandra sehingga saat memiliki kesempatan untuk membunuh Chandra, perempuan ini langsung melakukannya.
Polisi sendiri mengatakan bahwa Preeti mungkin saja menderita masalah kejiwaan. Hingga hari ini, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan Preeti ditangani oleh psikiater. Betapa besar efek pelecehan seksual kepada korbannya
selengkapnya