Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label banyak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banyak. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Maret 2014

Bekerja Dengan Ponsel Aktif Banyak Terjadi Kesalahan

iPhone5
Ilustrasi iPhone5 I Foto : screenshot youtube

Smartphone teknologi canggih ini, setidaknya memiliki fungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, seperti mengakses internet, SMS, berfoto dan mengirim data. Namun, bagi Anda yang bekerja butuh kosentrasi tinggi sebaiknya penggunaan ponsel seluler di jauhkan dari hadapan Anda dan bila perlu di matikan.

Ponsel yang aktif ketika ada ada panggilan masuk, SMS, pesan instan dan sebagainya, hal ini dapat mengalihkan pandangan mata Anda dari menyelesaikan pekerjaan.

Ada penelitian terbaru yang melibatkan 300 peserta untuk menyelesaikan tugas dengan menggunakan komputer, ditemukan bahwa banyak terjadi kesalahan pengetikan huruf ketika mengetik menyelesaikan dokumen pekerjaan kantor, hal itu di picu karena pecahnya konsentrasi akibat dari penggunaan ponsel aktif.

Penggunaan ponsel aktif ketika bekerja akan sangat fatal terutama bagi dokter ketika menangani pasien, seringkali ditemukan dokter salah mendektesi penyakit pasien. 

selengkapnya

Sabtu, 23 November 2013

Mengapa Berita Buruk Lebih Banyak Daripada Berita Baik

ilustrasi

Mengapa kita lebih banyak menyebarkan berita-berita kejahatan daripada berita-berita kebaikan? Kalau dikatakan ada seseorang yang mencuri, menipu, berkhianat, atau menyogok, atau kecanduan minuman keras atau perjudian, maka berita itu akan tersebar ke semua pelosok di mana terdapat sahabat, kenalan dan teman.

Dan kalau diberitakan bahwa si A adalah seorang yang jujur, suci dan menolak menjual dirinya, maka berita ini akan terhenti dimana dia bermula dan orang-orang akan mengangguk-anggukan kepala mereka sambil mendiskusikannya dan berusaha untuk membantah berita baik itu.

Orang-orang menerima berita keburukan dengan penerimaan yang baik dan tidak membebani diri untuk membahas dan meneliti kebenarannya. Mereka menerimanya seakan-akan sesuatu yang berharga, lalu menyebarluaskannya di semua tempat, bahkan dengan penambahan-penambahan yang dibutuhkan oleh situasi dan kondisi. Jika meluas siklus berita itu, ia menjadi mitos/ berita besar sehingga kalau kadar yang dicuri, misalnya seribu pound, maka pada akhir perjalanan, berita tentang jumlah yang dicuri paling sedikit mencapai sepuluh ribu pound.

Adapun berita yang mengandung sesuatu yang baik, maka dengan sangat cepat dia terkubur akibat kematian mendadak, bagaikan serangan jantung. Kalaupun ia mendapat kesempatan untuk hidup beberapa saat sehingga berkeliling sekali atau dua kali keliling, maka ia menjadi semakin kurus dan lemah, bahkan seringkali beralih dari berita baik menjadi buruk atau disampaikan disertai dengan anggukan kepala, gumam dan cibiran bibir yang mengandung makna keraguan tentang kebenarannya, atau bahwa berita tersebut adalah berita aneh yang sulit dipercaya.

Bagaimana menafsirkan fenomena ini? Penafsirannya adalah: kejahatan terpendam dalam jiwa. Kita semua memiliki kesalahan, keburukan, nafsu yang mendorong kepada kejahatan. Sehingga ketika kita mendengar berita yang sejalan dengan hal-hal di atas, jiwa menjadi senang, bahkan menambahnya karena dia kita anggap sebagai pembenaran atas kelemahan pribadi kita (kalau kita menganggap diri kita lemah), atau pembenaran atas niat memerkenankan kelemahan itu (kalau kelemahan tersebut masih dalam proses), atau sebagai alasan untuk melakukan tindakan kalau kita masih menahan diri dalam koridor yang tertutup oleh akhlak dan kondisi. (Muahmmad Zaki Abdul Kadir, kolom Nahwa an Nur, Koran al-akhbar, 26 November 1959).
sumber
selengkapnya